Kamis, 09 Januari 2014
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
Peredaran darah
pada manusia dilakukan oleh sel darah dan melalui pembuluh darah. Oleh karena
itu disebut peredaran darah tertutup. Peredaran darah berlangsung secara
sistemik (disebut juga peredaran darah besar) dan pulmonal (peredaran darah
kecil).
A. ALAT-ALAT PEREDARAN DARAH MANUSIA
Alat-alat
peredaran darah pada manusia terdiri atas darah, pembuluh darah dan jantung.
Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sistem transportasi pada manusia
ada dua yaitu peredaran darah dan peredaran limfe (getah bening).
1.
Darah
Fungsi darah :
a.
Sebagai alat pengangkut sari makanan dan O2 ke seluruh
tubuh dan sisa-sisa metabolisme ke alat ekskresi.
b.
Menjaga agar temperatur tubuh tetap.
c.
Mengedarkan air, selain mengedarkan sari makanan juga
air yang berfungsi untuk reaksi enzimatis atau untuk menjaga tekanan osmosis
tubuh.
d.
Mengedarkan getah bening.
e.
Menghindarkan tubuh dari infeksi (membentuk antibody berupa
sel darah putih dan sel darah pembeku).
f.
Menjaga kestabilan suhu tubuh.
g.
Mengatur keseimbangan asam basa (Hb).
Darah manusia tersusun atas beberapa komponen. Adapun
komponen darah adalah :
a.
Sel darah yang terdiri atas : sel darah merah
(erytrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping-keping darah pembeku
(trombosit).
b.
Plasma darah (cairan) yang terdiri atas :
1)
Air, hamper 90% berupa cairan
2)
Protein : albumin (53%) berperan dalam menjaga tekanan
osmosis darah, globulin (43%) berperan dalam pembuatan antibody, fibrinogen
(4%) berperan dalam pembekuan darah.
3)
Gas berupa O2, CO2 dan N2.
4)
Nutrien : lemak, glukosa, asam amino, vitamin, dll.
5)
Garam mineral : NaCl, KCl, fosfat, sulfat, bikarbonat,
dll.
6)
Zat sisa : urea, kretinin, asam urat, bilirubin.
7)
Hormon dan enzim.
c.
Dalam plasma terdapat antigen (protein asing) yang
berguna untuk membentuk antibody; presipitin yang menggumpalkan antigen; lisin
yang mampu menguraikan antigen; antitoksin untuk menawarkan racun.
Macam-macam sel
darah :
a.
Sel darah merah (erytrosit)
Bentuk sel
darah merah bulat gepeng, kedua permukaannya cekung (bikonkaf), dan tidak
berinti, pada pria jumlahnya kira-kira 5 juta/mm3 sedangkan
wanita kira-kira 4 juta/mm3. Mengandung
hemoglobin (zat warna merah pada darah) yang berfungsi mengikat O2, mengandung
zat besi (Fe), berwarna merah. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum merah
tulang, pada tulang pipih. Sel darah merah dapat hidup 120 hari, yang sudah
tua/rusak akan dirombak dalam limfa (kura). Hemoglobin yang terlepas akan
dibawa ke hati untuk dirombak menjadi zat warna empedu (bilirubin). Adapun zat
besi yang terlepas akan digunakan dalam membentuk sel darah merah baru.
Jika sel-sel
darah kekurangan zat besi maka akan mengalami penyakit yang disebut anemia.
Adapun jika kekurangan darah O2 dinamakan
sianosis.
b.
Sel darah putih (leukosit)
Macam-macam sel
darah putih :
1)
Monosit, dengan ciri-ciri inti bulat, besar, bersifat
fagosit dan dapat bergerak cepat.
2)
Limfosit, dengan ciri-ciri berinti satu, tidak dapat
bergerak, berfungsi untuk imunitas.
Bentuk leukosit
tidak tetap (ameboid), tidak berwarna, memiliki inti, bulat/cekung, jumlahnya
pada orang normal kira-kira 6.000-9.000/mm3 . Umur sel
darah putih sekitar 12-13 hari. Dibuat dalam sumsum tulang merah, limfe dan
jaringan retikuloendothelium. Fungsi sel darah putih untuk melindungi tubuh
terhadap infeksi. Jika ada kuman sel darah putih akan memakan kuman tersebut,
apabila kalah akan berubah menjadi nanah. Selain itu leukosit juga sebagai
prengangkutan zat lemak, pembuluh chyl dan limfe serta bersifat fagosit.
c.
Sel darah pembeku (trombosit)
Bentuk keping
darah pembeku tidak tetap. Fungsinya untuk pembekuan darah, jumlahnya kira-kira
200.000-400.000/mm3, dibuat dalam sumsum tulang
(megakariosit). Jika seseorang luka, keping darah mengalir bersama darah luka,
pada waktu menyentuh permukaan luka akan pecah dan terbentuk trombokinase,
dengan bantuan ion kalsium akan mengubah protrombin (dalam plasma darah)
menjadi trombin. Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin
(benang-benang halus) yang akan menutup luka sehingga perdarahan berhenti.
Proses
pembekuan darah :
1.
Trombosit pecah (anti hemofili ---> Tromboplastin (trombokinase)
2. Protrombin ---> Trombin
3. Fibrinogen ---> Fibrin
2.
Jantung
Jantung manusia letaknya dalam rongga dada dan diatas
diafragma. Jantung terdiri atas prikardium (pembungkus jantung), miokardium
(otot jantung) dan endokardium (pembatas ruang jantung). Terdapat arteri
umbilikus yang menghubungkan aliran darah pada fetus yang menyerap oksigen dan
sari makanan, sedangkan foramen ovale merupakan lubang jantung pada fetus.
Jantung manusia terbagi menjadi 4 ruang yaitu 2
serambi (atrium) dan 2 bilik (ventrikel). Ventrikel (bilik) memiliki dinding
yang lebih tebal dibanding atrium (serambi), bagian sebelah kiri juga lebih
tebal dari yang sebelah kanan. Hal ini berkaitan dengan fungsinya yaitu bagian
sebelah kiri untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh. Antara serambi kiri
dan bilik kiri terdapat valvula bikuspidalis dan antara serambi kanan dan bilik
kanan terdapat valvula trikuspidalis. Valvula semilunaris bentuknya seperti
bulan sabit, terdapat pada klep jantung agar darah tetap searah.
Diastole merupakan darah yang dihisap masuk jantung, sedangkan sistole
merupakan darah yang dipompa keluar jantung. Jadi pada orang yang tertera pada
tensimeter dikatakan misalnya 120/100 mmHg merupakan tekanan sistole 120 per
menit dan tekanan diastole 100 per menit. Koronariasis merupakan penyumbatan pada nadi
tajuk/arteri koronaria pada jantung.
3.
Pembuluh Darah
a.
Pembuluh nadi (arteri)
Fungsi arteri
adalah untuk mengalirkan darah keluar dari jantung. Terdiri dari :
1)
Arteri pulmonalis, berfungsi mengalirkan darah dari bilik
kanan ke paru-paru, banyak mengandung CO2.
2)
Aorta (nadi besar), berfungsi mengalirkan darah dari bilik
kiri menuju seluruh tubuh, banyak mengandung oksigen.
b.
Pembuluh balik (vena)
Fungsi vena
untuk mengalirkan darah menuju jantung. Terdiri dari :
1)
Vena pulmonalis, berfungsi mengalirkan darah dari
paru-paru menuju serambi kiri jantung.
2)
Vena cava superior, berfungsi mengalirkan darah dari
tubuh bagian atas.
3)
Vena cava inferior, berfungsi membawa darah dari tubuh
bagian bawah.
c.
Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang sangat
halus dan langsung berhubungan dengan sel-sel jaringan tubuh. Pembuluh kapiler
menghubungkan ujung pembuluh nadi terkecil (arteriola) dan ujung pembuluh vena
terkecil (venula).
Perbedaan antara arteri dan vena dapat diamati pada tabel berikut :
|
Pembuluh darah vena
|
Pembuluh darah arteri
|
|
Ø Disebut sebagai pembuluh balik.
Ø Berisi darah kotor kecuali pada
vena pulmonalis.
Ø Di sepanjang pembuluh banyak
terdapat katup.
Ø Dinding tipis.
Ø Pembuluh ini terletak dekat
permukaan tubuh.
Ø Apabila diraba tidak terasa.
|
Ø Disebut sebagai pembuluh nadi.
Ø Berisi darah bersih kecuali pada
arteri pulmonalis.
Ø Di sepanjang pembuluh hanya
terdapat satu katup.
Ø Memiliki dinding yang tebal dan
elastic.
Ø Pembuluh ini terletak di bagian
dalam dari tubuh.
Ø Apabila diraba akan berdenyut.
|
B.
SISTEM PEREDARAN DARAH
MANUSIA
Sistem peredaran darah manusia ada dua yaitu system
peredaran darah besar dan system peredaran darah kecil.
1.
Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik)
Peredaran darah
besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta menuju ke seluruh tubuh
(organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui arteri darah yang kaya akan
oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem peredaran
sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke jantung. Vena
yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke bilik kanan
melalui vena cava inferior, sementara vena yang berasal dari sistem organ di
bawah jantung dibawa oleh vena cava posterior.
Darah kotor
dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan, selanjutnya akan dipompa ke
paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan satu keunikan
dalam sistem peredaran darah manusia karena merupakan satu-satunya arteri yang
membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2).
|
Urutan perjalanan peredaran darah besar
: bilik kiri – aorta – pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior
dan vena cava inferior – serambi kanan.
|
2.
Sistem Peredaran Darah Kecil
(Pulmonal)
Peredaran darah
kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri pulmonalis dari serambi
kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus terjadi
pertukaran gas antara O2 dan CO2. Gas O2 masuk
melalui sistem respirasi dan CO2 akan
dibuang ke luar tubuh. O2 yang
masuk akan diikat oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus.
Selanjutnya darah bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis
menuju ke jantung (bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan keunikan yang
kedua dalam system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena
yang membawa darah bersih.
|
Urutan perjalanan peredaran darah
kecil : bilik kanan jantung – arteri pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis
– serambi kiri jantung.
|
3.
Pembuluh Limfe (Pembuluh
Getah Bening)
Pembuluh limfe
kanan; dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan sebelah kanan,
bermuara di pembuluh balik yang letaknya di bawah tulang selangka kanan.
Pembuluh limfe
dada; dari bagian lain, bermuara dalam vena di bawah tulang selangka kiri.
Pembuluh limfe
adalah bermuaranya pembuluh lemak (pembuluh kil). Peredaran limfe adalah
terbuka, merupakan alat penyaring kuman, karena di kelenjar limfe diproduksi
sejenis sel darah putih yang disebut limfosit untuk imunitas.
C.
GANGGUAN PADA SISTEM
PEREDARAN DARAH MANUSIA
Berikut
beberapa gangguan pada sistem peredaran darah manusia.
1.
Hemofili, merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan
darah tidak membeku secara genetis. Hemofili ini merupakan penyakit menurun.
2.
Anemia, merupakan penyakit kekurangan darah yang dapat
terjadi karena infeksi kuman misalnya apabila terkena cacing tambang, atau
dapat juga karena berkurangnya kadar Hb dalam darah.
3.
Leukimia (kanker darah) merupakan penyakit di mana
pertambahan sel darah putih secara tidak terkendali (abnormal) sekitar
500.000/mm3 darah. Hal ini akan sangat
merugikan si penderita karena sifat sel darah putih adalah memakan kuman
penyakit, karena tidak ada kuman penyakit maka akan memakan sel darah merah
yang ada.
4.
Varises merupakan penyakit pelebaran pembuluh darah,
biasanya di tangan/kaki. Penyakit ini biasanya dialami para wanita setelah
melahirkan. Kemungkinan besar disebabkan oleh beban si ibu selama hamil dan
masih aktif bekerja, apalagi sering menggunakan sepatu berhak tinggi. Tetapi
tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria pekerja berat misalnya kuli
bangunan atau kuli pasar yang biasa mengangkat beban berat dan kaki sebagai
tumpuannya.
5.
Haemoroid (ambein), merupakan penyakit yang hamper
sama dengan varises, tetapi terjadi di bagian dubur. Biasanya dialami oleh
orang yang sering duduk dalam posisi yang sama dan dalam waktu yang lama.
Gejala awal mula-mula apabila Buang Air Besar (BAB) terasa sakit, panas dan
keluar darah menetes. Apabila tidak diobati kadang-kadang pada waktu duduk
darah akan keluar sendiri dan membasahi celana, dan apabila sudah parah maka
spinkter dalam akan keluar karena telah banyak pembuluh darah yang pecah.
Apabila sampai hal ini terjadi maka harus segera dioperasi.
6.
Koronariasis, merupakan penyakit di mana terjadi
penyempitan nadi tajuk jantung (jantung koroner).
7.
Hipertensi, merupakan penyakit di mana terjadi tekanan
darah tinggi. Tekanan darah penderita hipertensi ini melebihi 200 mm Hg,
sehingga akan berakibat pusing dan apabila mengalami jatuh dapat mengakibatkan
terjadinya pecahnya pembuluh darah atau penyumbatan pembuluh darah (stroke).
8.
Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi yaitu
orang yang memiliki darah kurang dari 100 mm Hg atau sering disebut dengan
penyakit tekanan darah rendah. Biasanya penderita akan cepat merasa lelah dan
kadang-kadang sering kesemutan di anggota gerak misalnya pada kaki dan tangan.
9.
Pingsan, yaitu hilangnya kesadaran karena berkurangnya
suplai oksigen yang dibawa oleh darah.
10.
Thalasemia, yaitu penyakit kelainan darah turunan yang
ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal.
Langganan:
Komentar (Atom)