1.
Sistem
Saraf pada Pisces
Ikan perak mempunyai otak yang pendek. Lobus
olfaktorius, hemisfer serebral, dan diensefalon kecil, sedang lobus optikus dan
serebellum besar. Ada 10 pasang saraf kranial. Korda saraf tertutup dengan
lengkung-lengkung neural sehingga mengakibatkan saraf spinal berpasangan pada
tiap segmen tubuh.
Terdapat pada ikan bertulang menulang yaitu saku
olfaktoris pada moncong dengan sel-sel yang sensitif terhadap substansi yang
larut dalam air, kuncup perasa di sekitar mulut. Mata lebar mungkin hanya jelas
untuk melihat dekat, tetapi dapat digunakan untuk mendeteksi benda-benda yang
bergerak diatas permukaan air atau di darat didekatnya. Telinga dalam dengan 3 saluran
semisirkular, dan sebuah otolit untuk keseimbangan.
Ikan tidak mempunyai telinga tengah jadi tidak ada
gendang telinga. Oleh sebab itu, vibrasi atau suara diterima dan diteruskan
melalui kepala atau tubuh. Garis lateral tubuh mempunyai perluasan di daerah
kepala dan berguna untuk mendeteksi perubahan tekanan arus air (seperti
menghindar dari batu-batuan). Garis lateral itu diinervasi oleh saraf kranial
ke X (N. vagus),oleh sebab itu beberapa ahli berpendapat bahwa telinga tengah
pada vertebrata air berasal sama seperti garis lateral.
Pada pisces meningensnya berisi cairan
cerebrospinalis dengan jaringan pengikat yang terbawah yaitu endorachis.
2.
Sistem
Saraf pada Amphibi
Otak terbagi atas lima bagian dan serebellum
merupakan bagian yang terkecil. Ada 10 saraf kranial. Tiga saraf pertama
membentuk pleksus brakeal. Saraf ke-7, ke-8, dan ke-9 membentuk pleksus
iskiadikus.
Mata dengan kelopak mata atas dan kelopak mata
bawah, dan ada lagi kelopak mata yang ketiga yang transparan (membran
niktitans). Mata digerakkan oleh 6 otot, yaitu oto-otot superior, inferior,
rektus internal, rektus eksternal, oblikus interior, dan oblikus superior.
Tiap-tiap macam rangsangan akan merangsang Organon
visus tertentu. Organon visus akan menerima rangsanagn
berupa gelombang sinar, sedang reseptor kulit menerima rangsangan berupa
sentuhan. Sistem saraf pada Amphibi berdasarkan topografinya dibedakan
menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan
sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat
lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.
Otak
dan medulla spinalis pada amphibi, selain dilindungi oleh tengkorak dan
ruas-ruas tulang belakang, juga dilindungi oleh 2 lapisan selaput meninges. Dua
lapisan meninges pada amphibi dari luar ke dalam adalah duramatar (yang berupa
jaringan ikat) dan pia-arakniod yang vascular. Di antara dua lapisan tersebut
terdapat spatium subdurale. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi
radang yang disebut meningitis.
Otak dan sumsum tulang
belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
·
badan sel yang membentuk bagian materi
kelabu (substansi grissea)
·
serabut saraf yang membentuk bagian
materi putih (substansi alba)
·
sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat
yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat.
Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai
materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di
bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada
sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu,
sedangkan bagian korteks berupa materi putih.
Lapisan meninges/pembungkus otak terdiri 2 lapisan,
yang luar disebut durameter, sedangkan lapisan dalam pia-arachnoid. Durameter
dari bahan jaringan pengikat. Pia-arachnooid vasculair. Diantara kedua lapisan
itu dijumpai spatium subdurale. Ruangan antara durameter dan endorachis adalah
spatium epidurale, diantara keduanya berisi cairan cerebrospinalis.
Nervi spinalis pada amphibi kedua
akar bersatu setelah melalui foramen intervertebralis, ganglion akar dorsal,
terletak di tempat pertemuan. Salientian calcareus bodies mengelilingi ganglia
spinal. Caudata ganglia dikelilingi oleh jaringan berlemak seperti spons. Di
antara condyle occipital dan vertebra I, muncul akar ventral dari nervus
suboccipitale. Saraf ini yang muncul hanya saraf motoris sebagai nervus
hypoglossal pada vertebrata tinggi. Caudata mempunyai nervus spinalis mereduksi
sesuai dengan segmen badan. Salientian hanya N 10/11 saja. Terdapat plexus
cervicobrachial dan lumbosacral, cauda equina terdapat pada katak dan Bufo.
Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus.
Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut:
·
Pleksus cervicalis merupakan gabungan
urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
·
Pleksus brachialis mempengaruhi bagian
tangan.
·
Pleksus lumbo sakralis yang mempengaruhi
bagian pinggul dan kaki.
Pada
Otak Amphibi Terdapat Bagian-Bagian
a. Lobus
olfaktorius
Lobus olfaktorius pada amphibi memiliki
trunckus bulbus olfaktorius. Lobus ini tidak terlalu berkembang. Oleh karenanya
berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan dari bagian yang disebut
hemisperium serebri. Kurang berkembangnya lobus olfaktorius yang berperan
sebagai pusat pembau pada amphibi, berhubungan dengan cara hidupnya yang tidak
terlalu banyak membutuhkan peran dari lobus olfaktorius sebagai pusat pembau.
b. Otak
besar (serebrum)
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan
atau gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa
gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu
terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah
belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon
rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan
sensorik. Serebrum pada amphibi terdiri atas sepasang hemispermiun serebri.
Pada serebrum memungkinkan terjadinya aktivitas-aktivitas yang kompleks,
misalnya pembiakan dan macam-macam gerak.
c. Otak
tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak
kecil. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis. Thalamus
amphibi terletak di bagian dorsal otak dan merupakan jembatan antara serebrum
dan mesenshefalon. Sedangkan kelenjar hipofisis terletak pada bagian ventral
otak yang berfungsi mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Oleh karenanya
dikatakan sebagi Master of Glands.
Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat
lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan. Pertemuan
atau persilangan antara dua nervus optikus disebut sebagai chiasma. Lobus ini
merupakan pusat penglihat, karena semua nervus optikus bermuara pada lobus ini.
Stimulus yang berupa cahaya dan diterima oleh mata sebagai reseptor diubah
menjadi impuls dan disalurkan ke nervus optikus yang akhirnya diterjemahkan
pada lobus optikus, sehingga timbul sensasi penglihatan. Lobus ini juga
berfungsi mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga
merupakan pusat pendengaran. Lobus optikus pada amphibi lebih berkembang
daripada lobus olfaktorius. Hal ini karena amphibi, contohnya katak merupakan
hewan lokturnal. Hewan-hewan lokturnal lebih banyak melakukan aktivitas pada malam
hari, sehingga lobus optikus lebih dibutuhkan oleh amphibi.
Selain itu, pada bagian dorsal otak
tengah juga terdapat kelenjar epifisis. Kelenjar ini disebut juga Badan pineal
yang berfungsi ketika terjadi pembentukan pigmen pada permukaan tubuh. Pada bagian
ventral, selain terdapat kelenjar hipofisis juga terdapat kelenjar hypothalamus
dan infundibulum. Pada kelenjar hypothalamus terdapat sel-sel neurosekretori
(sel saraf yang menghasilkan secret). Secret dari sel ini berupa neurohormon
yang berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls dari sinapsis yang satu ke
sinapsis yang lain. Sedangkan infundibulum, merupakan tangkai dari hipofisis
yang berfungsi menghubungkan hipofisis dengan hypothalamus.
d. Otak
kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam
koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi
tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar
yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Serebelum pada amphibi mereduksi,
karena aktifitas otot relative berkurang.
e. Sumsum
lanjutan (medulla oblongata)
Sumsum lanjutan berfungsi menghantar
impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum lanjutan juga
mempengaruhi refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan
kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar
pencernaan.Selain itu, sumsum lanjutan juga mengatur gerak refleks yang
lain.
Sumsum tulang belakang (medulla
spinalis)
Medulla spinalis merupakan lanjutan dari medulla
oblongata yang masuk ke dalam kanalis vertebralis. Pada amphibi, medulla
spinalis mengalami pembesaran di bagian servikalis. Medulla spinalis berfungsi
menghantarkan impuls sensori dari saraf perifer ke otak dan menyampaikan impuls
motoris dari otak ke saraf perifer. Selain itu juga merupakan pusat dari
refleks.
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang
tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu
dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian
seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap
bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke
sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari
sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk
dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan
menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf
motor.
Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi.
Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa
impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa
perintah dari otak merupakan saluran desenden.
3.
Sistem
Saraf pada Reptilia
Otak dengan dua lobus olfaktorius yang
panjang, hemisfer serebral, 2 lobus optikus, serebellum, medulla oblongata yang
melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus
dan syaraf optikus, infundibulum, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf
kranial. Pasangan-pasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit tubuh.
Pada
lidah terdapat kuncup-kuncup perasa, dan terdapat organ pembau pada rungga
hidung. Mata dengan kelenjar air mata. Telinganya seperti telinga vertebrata
rendah. Saluran auditori eksternal tertutup kulit, dengan membran tympani.
Telinga dalam dengan tiga saluran semi sirkular untuk mendengar. Dari ruang
tympani ada saluran eustachius dan bermuara dalam faring di belakang hidung
dalam.
Akar
dorsal dan ventral bersatu, tetapi persatuan di luar columna vertebralis. Pada beberapa
spesies tidak ada dan hanya berupa akar ventral yang ada. Mereka disebut nervus
spino-occipitale. Serabut-serabut membentuk nervus hypobranchial yang terdiri
serabut-serabut motoris saja.
4.
Sistem
Saraf pada Aves
Bentuk otak dan bagian-bagiannya tipikal pada
burung. Lobus olfaktorius kecil, serebrum besar sekali. Pada ventro-kaudal
serebrum terletak serebellum dan ventral lobus optikus.lubang telinga nampak
dari luar, dengan meatus auditoris eksternal terus kemembran tympani (gendang
telinga). Telinga tengah dengan saluran-saluran semi sirkulat terus ke koklea.
Pendengaran burung dara sangat baik. Dari telinga tengah ada saluran eustachius
menuju ke faring dan bermuara pada langit-langitt bagian belakang.
Hidung sebagai organ pembau dimulai dengan dua
lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Indra pencium pada burung
kurang baik. Mata besar dengan pekten yaitu sebuah membran bervaskulasi dan
berpikmen yang melekat pada mangkuk optik, dan melanjut kedalam humor vitreus.
Syaraf optik memasuki sklera mata di tempat yanag disebut bingkai skleral. Mata
dengan kelenjar air mata. Penglihatan terhadap warna sangat tajam dan cepat
berakomodasi pada berbagai jarak.
Pada burung berleher panjang, nervus spinalis daerah
leher dengan nervus spinalis daerah lengan membentuk simpul yang disebut
pleksus cervica brachialis.
o
Nervus cervicalis menuju daerah leher
o
Nervus brachialis menuju daerah sayap
Nervus spinalis daerah pinggang, sacrum dan pudendal
membentuk pleksus lombosacralis.
o
Nervus lumbalis menuju gelang pinggul
bagian awal
o
Nervus sacralis menuju gelang pinggul
bagian akhir
o
Nervus pudendalis menuju cloaca dan
daerah ekor
Plexus lumbosacral dibagi menjadi plexus
lumbar, sacral, pudendal. Plexus lumbar mensuplai paha. Saraf plexus sacral
bersatu membentuk nervus sciaticus menuju ke kaki bawah. Plexus pudendal
bercabang ke cloaca dan ekor.
5.
Sitem
Saraf pada Mamalia
Cerebrum besar jika dibandingkan dengan keseluruhan
otak. Serebelum juga besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4
buah. Setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus
anterior dan posterior. Mempunyai telinga luar. Gelombang suara disalurkan
melalui meatus auditori eksternal ke membran tympani. Telinga tengah mengandung
3 buah osikel auditori. Koklea agak berkelok. Mata tidak mengandung pekten
(seperti yang terdapat pada burung). Di banding dengan vertebrata yang lebih
rendah, maka pada kelinci membran olfaktori lebih luas, organ pembau lebih
efektif, karena membran olfaktori itu lebih luas. Hal itu disebabkan karena
papan-papan tulang dalam rongga hidung bergulung-gulung.
Meninges pada mamalia berupa pila-arachnoid uang
terdidefferensiasi menjadi dua lapisan, sebelah dalam piameter dan luar membran
arachnoid. Spatium subarachnoid berisi cairan cerebrospinalis. Di bagian otak
cranial durameter bersatu dengan endorachis dan spatium epidural tak ada. Di
atas: spinalis persatuan spinala-dura dan endorachis tak terjadi, tetapi
spatium epidural, tak terjadi, berisi lemak dan jaringan pengikat. Cranial dura
melanjutkan dengan spinal dura ke foramen magnum. Cairan cerebrospinalis berada
di vantrikal otak,central canal m spinalis dan spatium subarachnoid. Modifikasi
tertentu pada maningea yaitu cranial dura mempunyai tonjolan flax-cerebri
sampai di fissura di antara kedua cerebral hamisphere.tonjolan serupa tentorium
di antara cerebral hemisphere dan cerebellum. Pada sisih ventral otak,
duramater membentuk tonjolan diaphragmasellae di atas sella turcica.
Nervus spinalis dinamai sesuai dengan
hubungan mereka ke columna vertebralis. Ada nervus spinalis cervical, thoracic,
lumbar, sacral, caudal/coccygeal. Nervus spinal cervical muncul di antara
ossipitalis occipitale dan atlas. Plexus extremitas dibagi menjadi cervical,
brachial, lumbar dan sacral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar